[Intro]
[Verse 1]
Satu sore kuboncheng dia
Berdua menikmati hari jelang senja
Menyusuri pinggiran kota yang syahdu
Langit pun mendung berwarna kelabu
[Verse 2]
Suasana sore itu sedikit terganggu
Tiba-tiba rintik gerimis menerpaku dan dia
Di pinggir sawah di sisi jalan itu
Kuajak dia lari-lari
menuju tempat berteduh
[Melodical Interlude]
[Pre-chorus]
Di gubuk kecil itu hanya aku dan dia
Duduk berdampingan
menatap gerimis menitik
Tak terencana kami saling pandang
Kutatap lekat matanya yang indah
Dalam hati kuberkata,
Kamu begitu sempurna
(Kamu begitu sempurna)
[Chorus]
Tanpa ragu kuraih tangannya
kugenggam dan terucap
Maukah kamu jadi istriku?
(Jadi istriku)
Kulamar dia tanpa cincin dan nyala lilin
[Melodical interlude]
[Verse 3]
Dia pun tak berkedip
Melihatku...
Tersenyum...
Lalu mengangguk pelan tanpa ragu
[Pre-Chorus]
Dalam hati ku berkata
Gerimis jangan berhenti dulu
Ingin kupeluk dia; luapkan rasa bahagia
Akhirnya... Hubunganku dengan dia
Selangkah lebih bermakna
[Chorus(final)]
Tanpa ragu kuraih tangannya
kugenggam dan terucap
Maukah kamu jadi istriku?
(Jadi istriku)
Kulamar dia tanpa cincin dan nyala lilin
[Melodical interlude]
[Bridge]
Oh, Gerimis...
Untuk pertama kalinya
Ku tersadar hadirmu tak mengganggu
[Outro]
Tuhan... Ku berterima kasih pada-Mu
Untuk suasana sore itu
Seolah Kau kirim hanya untukku dan dia
Hmm... Hmm...