Anakku...
Maafkan karena ibu hanya perempuan lugu
Tak sechantik ibunda teman-temanmu
Ibu memang tidak pandai merias ayu
Bukan tak punya waktu
Semata karena tak tau
Anakku...
Hanya jelaga
dan percikan minyak dari belanga tanah
Melapis wajah ibu
Anakku...
Maafkan kalau engkau enggan memelukku
Wangi tak terpancar dariku
Pagi, hanya aroma sangit memendar
dari tubuhku
Sore, berganti aroma lumpur
membalur ibu
Anakku...
Bangga dan haru menyeruak
di hati dan benak ibu
Mendengar mereka memujimu
Menyanjung ibu
Anakku...
Tak ada apa kuminta darimu
Tak kuharap engkau bersujud
dan bersimpuh
Anakku...
Hanya satu ibu tunggu
Sekali engkau seru
Ibu...
dengan suara merdu
Anakku...
Terima kasih karena membentak ibu
Cukup sudah bagi ibu
Sebagai tanda engkau mengingatku
Pengobat rasa rindu