

Prompt / Lyrics
[Intro (soft / spoken – piano only)] Ada rasa yang tak pernah meminta, hanya ingin tinggal… dalam diam. [Verse 1] Aku mencintaimu tanpa suara, seperti embun yang jatuh tanpa jejak, seperti angin yang menyentuh tanpa genggam, hadir, namun tak pernah benar-benar kau rasa. [Pre-Chorus] Tak ada kata yang berani terucap, tak ada langkah yang berani mendekat, hanya tatapan yang sesekali mengungkap, betapa hatiku terikat tanpa syarat. [Chorus] Jika cinta ini hanya bisa kusimpan, biarlah ia tetap tumbuh tanpa kau tahu. Sebab mencintaimu, meski dalam diam, adalah bahagiaku yang tak perlu alasan. [Verse 2] Aku mencintaimu dalam sunyi, menitipkan rindu pada langit senja, menyembunyikan namamu dalam doa, menjaga perasaan yang tak berani meminta. [Pre-Chorus ][ emosional)] Tak ada kata yang berani terucap, tak ada langkah yang berani mendekat, hanya tatapan yang sesekali mengungkap, betapa hatiku terikat tanpa syarat. [Chorus] Jika cinta ini hanya bisa kusimpan, biarlah ia tetap tumbuh tanpa kau tahu. Sebab mencintaimu, meski dalam diam, adalah bahagiaku yang tak perlu alasan. [Bridge] Aku diam bukan karena tak berani, aku diam karena cintaku terlalu utuh. Tak semua rasa ingin dimiliki, sebagian hanya ingin setia… tanpa tahu akhirnya. [(full emotion → fade) Jika cinta ini hanya bisa kusimpan, biarlah ia tetap tumbuh tanpa kau tahu. Sebab mencintaimu, meski dalam diam, adalah bahagiaku yang tak perlu alasan. Outro (soft, fading) Aku mencintaimu… tanpa suara, tanpa harus kau tahu.
Tags
G Major,intimate,cinematic acoustic ballad,65–72 BPM,Indonesian female vocal,piano & fingerstyle guitar, warm breathy
4:32
No
12/29/2025