[Verse 1]
Setiap kali senja datang,
hatiku seolah menemukan rumah.
Tak ada yang perlu di jelaskan,
tak ada yang harus di sembunyikan.
[Verse 2]
Warna jingganya menari di langit,
seperti pelukan hangat semesta.
Menenangkan jiwa yang lelah,
membisikkan, “semua akan baik-baik saja.”
[Chorus]
Senja tak pernah terburu-buru,
dan mungkin itu yang buatku jatuh cinta padanya
ia ajarkanku cara diam,
cara merasa… tanpa harus berkata-kata.
[Verse 3]
Tak ada luka yang kau tanya,
tak ada topeng yang harus kupakai.
Di hadapanmu, aku jadi aku,
tanpa harus berpura-pura lagi.
[Chorus]
Senja tak pernah terburu-buru,
dan mungkin itu yang buatku jatuh cinta padanya
ia ajarkanku cara diam,
cara merasa… tanpa harus berkata-kata.
[Bridge]
Mungkin seperti itulah cinta,
bukan hadir untuk mengubah,
tapi menerima seutuhnya
seperti senja menerima malam,
tanpa tanya, tanpa syarat.
[Final Chorus]
Oh senja, kau ajarkanku diam,
bukan karena takut
tapi karena telah paham.
Kau tak menjanjikan terang,
tapi selalu membawa tenang.
Dan setiap kali kau datang,
aku tahu… aku belum sepenuhnya hilang.
[Outro]
Senja dan aku,
tak perlu kata…
cukup rasa.