

Prompt / Lyrics
[Verse 1] Aku tak pernah benar-benar bisa Membunuh rasa yang membakar jiwa. Setiap langkah, jalan buntu yang bisu Selalu kutemui saat kuingin berlalu [Pre-Chorus 1] Tapi aku terbawa arus itu. Senyawa dopamin dalam sentuhanmu Tak bisa kuhindari, tak bisa kutepis. Rasa itu masih terpatri manis [Chorus] Dia rasa yang terselip Bersemayam di serambi dadaku Sesekali menyapa Dengan senyum yang penuh bara Seakan dia berbisik tegas "Aku akan membunuhmu pelan..." Semoga aku tak menyerah Semoga aku tak payah [Verse 2] Kubisikkan doa di malam sunyi. Agar waktu memadamkan nyala ini. Tapi bayangmu tetap datang Mengguncang jiwa yang rapuh dan tenang [Pre-Chorus] Aku mulai bisa berdamai perlahan. Meski masih ada sesak di ingatan Luka karena rindu pun bicara dalam sunyi. Bahwa hati pun bisa pulih dan berdamai kembali. [Chorus] Dia rasa yang terselip Bersemayam di serambi dadaku Sesekali menyapa Dengan senyum yang penuh bara Seakan dia berbisik tegas "Aku akan membunuhmu pelan..." Semoga aku tak menyerah. Semoga aku tak payah [Bridge] Oh asmara yang menggila. Mengapa tak kau tinggalkan aku saja? Biar ku hidup dengan tenang. Tanpa rindu yang menyerang [Final Chorus] Dia rasa yang membara. Terpatri di relung jiwa. Tak lagi menyapa Dengan bayangan yang menghantui Kini aku yang berbisik tegas: Aku takkan runtuh oleh rasa rindu dihati Telah kupeluk rasa ini jadi cahaya. Tak lagi kubiarkan cinta jadi petaka [Outro] Asmarandana, Kidung cinta yang luka Tapi tak lagi membunuhku pelan.
Tags
Indie Pop Ballad with Ethereal & Traditional Nuance,A blend of modern ambient-pop & subtle traditional Indonesian
3:37
No
5/18/2025