[Intro – Acoustic Guitar & Light Drums]
[Upbeat acoustic strumming, soft snare hits, and bass groove]
[Verse 1 – Playful tone]
Aku datang cuma mau nyanyi
Kau di pojok, senyum manis sekali
Kupikir cuma ramah tamah biasa
Tapi jantungku... wah, mulai gila!
Kau bicara lembut seperti sutra
Matamu nakal tapi penuh makna
Semua logika hilang seketika
Kau bukan bidadari, tapi... ya ampun indahnya!
[Pre-Chorus – Add Keyboard Pad, Light Drums]
Teman bilang aku gila,
“Dia LC, jangan jatuh cinta!”
Tapi hati ini,
susah diajak kompromi~
[Chorus - Full Band with Tambourine]
Oh LC, si jantung hatiku,
Biar dunia mau bilang aku gila pun tak peduli~
Oh LC, senyum manismu itu,
Telah curi separuh nyawaku malam itu~
(Na na na na… oh LC, oh LC...)
[Verse 2 – Add Electric Guitar Melody]
Katanya cinta itu buta,
Mungkin aku contohnya yang nyata
Kau bilang jangan terlalu berharap
Tapi hatiku malah makin cepat berdetak
Kau dansa, tawa, goda semua
Tapi aku liat air mata di ujung mata
Mungkin di balik tawa dan cahaya
Kau cuma ingin dicinta... dengan cara yang sederhana
[Pre-Chorus 2 - Same Groove, Softer Vocals]
Teman bilang aku bodoh,
“Terlalu banyak nonton sinetron!”
Tapi aku yakin,
Cinta tak kenal profesi~
[Chorus - Full Energy with Harmonies]
Oh LC, si jantung hatiku,
Kau ajari aku arti rindu yang tak semu~
Oh LC, pelukmu palsu tapi,
Hangatnya nyata di dalam mimpi~
(Na na na na… oh LC, oh LC...)
[Bridge – Soft & Emotional]
[Soft electric guitar solo – 8 bars, emotional and melodic]
Mungkin nanti...
Kita takkan pernah bisa lagi bertemu~
Tapi percayalah,
Namamu tetap kupanggil dalam doa malamku~
[Soft Solo Guitar]
[Final Chorus – – Full Band, Tambourine & Backing Vocals]
Oh LC, si jantung hatiku,
Kau bukan malaikat tapi tetap ku tunggu~
Oh LC, walau dunia tahu,
Kau yang pertama buatku jatuh begitu jauh~
(Na na na na… oh LC, oh LC...)
(Oh LC… si jantung hatiku...)