[Verse 1 - Soft drums, clean guitar, light organ]
Hujan turun di tengah kota,
Langkah ku lesu tanpa arah,
Payung terbuka di depan mata,
Senyum mu manis, menutup segala gundah.
[Pre-Chorus - Slight increase in tempo + Tambourine]
Kau hulur payung tanpa bicara,
Mengukir senyum, merenung mata,
Aku terpaku, tak sempat bertanya,
Siapakah dirimu, gadis misteri?
[Chorus - Layered vocals, Swinging rhythm]
Oh gadis misteri, hadir mu jadi tanda tanya,
Tanpa pesan, tanpa bicara,
Kau hilang dibawa angin kota,
Tinggal payung dan rasa yang tak sirna.
[Verse 2 - More bass prominence]
Kini payungmu jadi kenangan,
Masih tersimpan di ruang kamar,
Setiap kali hujan datang,
Bayang mu hadir, bagai mimpi yang indah.
[Pre-Chorus]
Ku mencari mu di setiap lorong,
Namun bayang mu telah tiada,
Tinggal hanya gema dan rintik hujan,
Yang menjawab segala pertanyaan.
[Chorus - Layered vocals, Swinging rhythm ]
Oh gadis misteri, hadir mu jadi tanda tanya,
Tanpa pesan, tanpa bicara,
Kau hilang dibawa angin kota,
Tinggal payung dan rasa yang tak sirna.
[Bridge - Reverb guitar, Organ swell]
Andai takdir bisa diulang,
Akan ku genggam tangan mu di dalam hujan,
Tapi masa tak mungkin berulang,
Yang tinggal hanya bayang dan kenangan.
[Final Chorus - softer to grand outro, Strings, backing vocals]
Oh gadis misteri,
Sayang hadir mu hanya seketika,
Namun memori kekal selamanya,
Biar hujan telah reda dan cuaca berubah,
Rasa cinta ini akan tetap ku jaga.
[Outro - Guitar + Organ fading out]
Oh gadis misteri…
Walau hadir mu sekejap saja,
Namun memori mu kan ku simpan,
Selamanya....